January 8, 2017

Sisi Romantis Sebuah Gunung, Yakin Nggak Mau Naik Gunung Bareng Doi? [Foto]

Foto-Foto Romantisnya Para Pendaki Couple, Yang Jomblo Diem Aja!

Masih banyak orang yang ragu untuk berwisata di gunung dengan berbagai alasan. Dingin, capek, takut kesasar, atau pun mengalami tragedi saat pendakian, merupakan beberapa contoh yang sering dikeluhkan. Tapi sebenarnya itu bisa disiasati kalau kamu mempunyai teman yang sudah sering mendaki gunung, dan bisa dijadikan partner saat pendakian pertama kamu. Apalagi kalau pendaki profesional itu adalah pasangan kamu, mungkin akan lebih berkesan.


Ngomong-ngomongin soal orang yang sudah berpasangan, biasanya tidak banyak yang memilih gunung sebagai destinasi jalan-jalan ataupun honeymoon mereka. Lagi-lagi karena alasan yang sudah disebutkan di atas. Ada pula yang berasumsi kalau liburan di gunung, nggak se-romantis kalau ke pantai ataupun mall. Kata siapa? Foto-foto para pendaki ini akan "mengungkap" bahwa ada sisi romantis dari sebuah karya Tuhan yang maha Dahsyat, Gunung.
Sama halnya kamu yang selalu menuntut "kesempurnaan" dari pasangan kamu, semuanya akan dipersiapkan dengan matang sebelum pendakian.
Doc: Instagram Maskeriting_

Mendaki sama halnya dengan survival, kamu harus bertahan dengan segala kekurangan yang ada. Apabila tidak dipersiapkan secara matang, resikonya sangat besar. Pasangan kamu pasti akan mempersiapkan segala hal sesiap dan seaman mungkin apabila kamu berencana mendaki berdua.


Kita berjuang dengan tujuan yang sama, menapak puncak tertinggi, dan kembali ke rumah dengan berpegangan.
Doc: Instagram Illamestika92

Mendaki gunung itu luar biasa capeknya. Kaki pegal karena jalan yang terjal, bahaya yang bisa datang kapan saja, cuaca gunung yang tidak menentu, juga kesehatan yang bisa saja drop saat mendaki, semuanya mungkin saja bisa kamu lalui di alam. Jangan khawatir, masih ada pasangan kamu yang bisa menjaga dan bawa kamu pulang sambil berpegangan.
Kita akan jadi partner dalam lelah dan dingin
Doc Instagram herlianadea

Yah begitu deh, katanya sih kalau naik gunung harus saling jaga, susah senang bersama. Sesama teman aja saling jaga, apalagi sama kamu, sudah pasti dijagain kok.
Puncak hanyalah Bonus, "Sama Kamu" adalah anugerah
Doc: Instagram Deaninditaa

Lalu apa yang kita lakukan kalau sudah dipuncak? Nggak melulu soal foto-foto saja, di puncak gunung akan ada ujian berikutnya. Di mana dinginnya malam bisa sampai menusuk tulang, kehabisan air bisa jadi ujian terberat, dan tentunya badan yang pegal. Tapi, kebersamaan saat di tenda bisa jadi penghangat kamu dan pasangan.

Mengucapkan rasa syukur kebesaran Tuhan, kapan lagi beribadah dengan cara mendaki?
Doc: Instagram Sander_Adi

Dan sebagai manusia yang beragama, kamu dan pasangan jangan sampai terlena dengan keindahan alam karya Tuhan Yang Maha Esa sampai lupa waktu untuk beribadah.
Beribadah sambil belajar Mencintai Karya Tuhan dengan pasangan, Jangan sampai kamu lupa dari mana kamu berasal
Doc Instagram risqimhanafi

Kamu tahu kalau Kebersihaan adalah sebagian dari Iman? Yap! naik gunung itu harus "bersih", nggak boleh buang sampah sembarang. Sebagai rasa syukur kamu bisa menikmati keindahan alam semesta, kamu harus menjaga kelestarian alam dengan cara paling kecil adalah STOP NYAMPAH DI GUNUNG!

----------------------------------------------------------------------------------------
"Study nature, love nature, stay close to nature. It will never fail you" ~ Frank Lloyd Wright
Gunung memang bukan tempat terbaik di dunia, tapi setidaknya kamu dan pasangan bisa belajar apa arti sebuah kebersamaan. Belajar bagiamana mensyukuri karya Tuhan bersama dengan cara yang berbeda. Kapan lagi bisa dilakukan dengan pasangan kamu?

Naik gunung sah-sah saja bagi siapapun, bahkan dengan pasangan. Tapi tetap ingat buat yang masih status "pacaran", gunung bukan hotel! Tetap sadar dari mana kamu berasal, tahu tempat tahu aturan :).

Semoga artikel ini bermanfaat buat yang berpasangan, yang jomblo diem aja! :D

Khusus Buat Jomblo! Baca Juga:

5 Akun Instagram Pendaki Cantik Indonesia
5 instagram Pendaki Cantik Berhijab