January 7, 2019

Geser untuk perjelas gambar

    Berburu Pulau dan Pantai Indah di Belitung (Rincian Biaya Wisata)

    Belitung merupakan salah satu destinasi Wisata yang saat ini sedang populer. Kota yang memiliki julukan sebagai bumi laskar pelangi ini semakin melambung namanya melalui novel karangan Andrea Hirata dengan judul yang sama yaitu Laskar pelangi. Bukan tanpa alasan, pasirnya yang putih bersih serta bebatuan yang besar menjulang tinggi, menjadi ciri khas tersendiri pantai di Belitung dan tentu saja menjadi daya tarik bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

    Di akhir tahun 2018, saya berkesempatan untuk pergi ke Belitung. Jauh- jauh hari sebelum keberangkatan, saya sudah sibuk mencari informasi travel agen di Belitung. Namun setelah cek harga sana- sini, akhirnya saya memutuskan untuk melakukan trip tanpa travel agen. Alasannya karena saya hanya pergi berdua dengan suami, sehingga apabila menggunakan travel agen, harga per orang menurut saya terlalu mahal.

    Maklum, kami mencoba menimalisir setiap pengeluaran. Namun untuk kalian yang berencana pergi ke Belitung ramai- ramai, mungkin bisa juga menggunakan travel agen karena harga yang di tawarkan bisa lebih murah. Intinya apabila menggunakan travel agen, semakin banyak peserta maka biaya semakin murah.

    Perjalanan Jakarta - Belitung

    Kami pergi dari Jakarta CGK ke Tanjung Pandan pada hari Selasa, 4 Desember 2018 pukul 08:30 WIB . Untuk maskapai penerbangan ke Belitung sendiri sebenarnya cukup banyak jadi kalian bisa pilih waktu penerbangan dan harga tiket sesuai dengan budget kalian. Menurut saya, tiket penerbangan ke Belitung masih terjangkau di bandingkan ke kota- kota besar lainnya.

    Waktu tempuh yang di perlukan hanya 1 jam serta tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dan Tanjung Pandan, sehingga kami tiba di bandara masih terbilang pagi yaitu pukul 09:30. 

    Mode Transportasi Pilihan Kami di Belitung

    Untuk transportasi selama di Belitung sendiri, kami memilih menggunakan sepeda motor karena barang bawaan kami tidak terlalu banyak dan tentunya harga nya pun lebih murah bila di bandingkan sewa mobil. 

    Berhubung kami meminta kepada petugas rental, agar motor di antar ke bandara, maka kami di kenakan biaya antar sebesar Rp 50.000, namun untuk pengantaran yang masih di sekitar kota tanjung pandan, maka tidak akan di kenakan biaya antar. 


    Fasilitas dari sewa sepeda motor juga sangat lengkap, kami sudah di berikan 2 buah helm , jas hujan, dan tentu saja STNK sebagai kelengkapan dokumen. Fyi, di Tanjung Pandan belum ada transportasi online seperti di Jakarta. Jadi kalian yang pergi tanpa travel agent, dari bandara ke kota tanjung pandan bisa menggunakan taxi atau menggunakan bus menuju terminal tanjung pandan.

    Kami siap meluncur ke kota tanjung pandan dengan sepeda motor yang kami sewa. Jarak tempuh dari bandara ke pusat kota tanjung pandan adalah -+ 45 menit. Cuaca di tanjung pandan cukup terik sehingga saya sangat menyarankan untuk menggunakan sunblock setiap keluar ruangan.

    Pilihan Penginapan di Tanjung Pandan

    Kami menyewa hotel tepat di pusat kota Tanjung Pandan. Untuk penginapan di Belitung sangatlah beragam harganya. Mulai dari yang termurah sampai yang termahal tersedia disini. Sebenarnya kami tiba di hotel juga terlalu awal, namun beruntungnya kami di izinkan untuk early check in oleh pihak hotel.

    Saran saya, untuk penginapan kalian bisa sewa di pusat kota tanjung pandan saja, alasannya karena tanjung pandan berada di tengah- tengah destinasi Wisata yang akan di datangi dan tentu saja karena di pusat kota kalian akan mudah mendatangi tempat- tempat lain pada malam hari. Kemudian bagi kalian yang datang terlalu awal untuk check in, jangan sungkan untuk bernegosiasi kepada petugas hotel untuk early check in.

    Hari Pertama, Cerita Perjalanan Kami di belitung

    Hari pertama kami akan pergi ke kota Manggar yang merupakan ibu kota Belitung timur. Jarak yang akan di tempuh dari Tanjung Pandan ke Manggar adalah -+ 1 jam. Suasana terlihat sangat sepi. Bahkan sepanjang perjalanan jarang kami berpapasan dengan kendaraan lain. 

    Kanan dan kiri sepanjang jalan adalah pepohonan hijau. Belitung merupakan kota kecil yang masih sangat asri suasananya.Namun meskipun masih sangat sepi, kalian tidak perlu khawatir dengan kondisi akses jalan disini, karena jalan disini sangat lah bagus.

    Ada 3 destinasi yang akan kami datangi di sini, yaitu replika SD Muhamadiyah Gantong, Museum kata Andrea Hirata serta kampung Ahok. Akhirnya setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, tiba juga kami di Replika SD Muhamaddiyah Gantong. 

    Tempat ini buka sampai pukul 4 sore saja jadi di pastikan kalian datang tidak lebih dari pukul 4 sore yah. Hmmmmm berada di SD ini membuat saya seperti masuk ke dalam film laskar pelangi.

    Setelah mengambil beberapa foto, kami lanjutkan ke Museum kata andrea hirata yang lokasinya tidak jauh dari replika sd muhamadiyah gantong. Sesuai dengan namanya yaitu museum kata, museum ini berisi karya- karya Sastra andrea hirata. 

    Bagi kalian pecinta Sastra, tentu tidak akan bosan membaca kata-kata di setiap sudut ruangan. Selain di manjakan dengan karya Sastra andrea hirata yang super keren, tempat ini juga memiliki design yang sangat instagramable loh. Jadi keren banget untuk foto- foto.

    Puas mengelilingi museum kata, kami melanjutkan acara kami ke kampung Ahok yang jaraknya pun tidak jauh dari museum kata andrea hirata. Yappp… sudah bisa di tebak ya kenapa namanya kampung ahok. Tempat ini merupakan rumah panggung adat Belitung.

    Rumah ini seperti replika rumah keluarga besar bapak ahok. Di dalam rumah panggung tersebut kalian juga bisa menemukan berbagai macam informasi tentang keluarga bapak ahok serta souvenir dan makanan khas Belitung yang di jual disana.

    Ada 1 tempat yang kami datangi lagi dan awalnya tidak ada dalam list rencana kami. Yaitu bendungan pice. Bendungan yang berada di wilayah gantung ini merupakan bendungan tua peninggalan belanda dan masih di gunakan sampai saat ini.

    Kami tahu tempat ini saat bertanya kepada masyarakan sekitar objek Wisata apa yang sering di datangi para penduduk sekitar. Ternyata sebelum ada tempat- tempat Wisata seperti replica sd muhamadiyah gantung ,museum kata, dan kampung ahok, bendungan ini menjadi tempat Wisata yang sering di kunjungi oleh masyarakat sekitar.


    Bagi kalian yang datang ke wilayah manggar, wajib untuk singgah di kedai kopi yang akan banyak kalian temui di sekitar. Kota ini terkenal dengan sebutan kota 1001 warung kopi. Informasi yang kami dapatkan, masyarakat di Belitung khususnya di wilayah manggar sangatlah menyukai aktifitas meminum kopi, sehingga tak heran kalau di kota ini banyak sekali kedai-kedai kopi.

    Berburu Makanan di Belitung

    Malam pun tiba, selepas maghrib kami keluar hotel untuk berburu makan malam. Di dominasi dengan masyarakat melayu dan tionghoa hokkien, membuat makanan di Belitung kebanyakan perpaduan antara masakan melayu dan Chinese food. Saat makan malam kami memutuskan untuk makan di restoran yang menyediakan masakan Chinese food tak jauh dari hotel.

    Untuk kalian yang beragama muslim, apabila ragu bisa bertanya dulu apakah makanan tersebut halal atau tidak. Dari pengalaman yang saya lihat, banyak restoran- restoran Chinese food yang sudah mencantumkan kode halal MUI pada banner atau spanduk restoran mereka. Untuk standar makanan di Belitung masih tergolong murah. Kami pesan nasi goreng kopi tiam dengan harga Rp 25.000/ porsi.

    Hari Kedua, Island Hopping Belitung (Berburu Pulau Indah di Belitung)



    Hari kedua di Belitung kami akan full day melakukan island hopping. Gak lengkap rasanya kalau ke Belitung gak island hopping. Island hopping merupakan aktifitas menjelajah beberapa pulau dalam waktu yang singkat. Perlengkapan yang wajib di bawa saat island hopping adalah pakaian ganti, sunblock, perlengkapan mandi, bekal makanan dan minuman, serta perlengkapan pribadi seperti powerbank dll. Tapi sebelum main- main di air, jangan lupa sarapan dulu ya.

    Kami sarapan di mie Belitung yang legendaries dan wajib di coba. Namanya mie Belitung Atep. Lokasi mie Belitung Atep tidak jauh dari hotel tempat kami menginap. Tempat ini sudah sangat terkenal di Belitung. Hanya ada dua menu yang di sediakan di restoran ini, yang pertama tentu saja mie Belitung dan menu kedua adalaha nasi tim Belitung.

    Untuk makanan disana di bandrol hanya sekitar 20 ribuan per porsi. Mie Belitung sendiri merupakan mie kuning dengan kuah seafood yang teksturnya kental, di tambah toping di atas nya seperti udang , kentang, emping , dll. Jangan lupa minum es jeruk kunci yang merupakan minuman khas Belitung juga loh.

    Selesai sarapan kami langsung menuju ke pantai tanjung kelayang. Pantai ini adalah tempat untuk memulai sekaligus mengakhiri island hopping. 1 kapal sebenarnya cukup besar bisa memuat penumpang -+ 12 orang jadi kalau kalian pergi beramai- ramai tentu akan sangat murah.


    Pulau Tanjung

    Kami mulai melakukan island hopping pada pukul 9 pagi. Pulau pertama yang akan kami tuju adalah pulau tanjung kelayang. Pulau- pulau tujuan island hopping merupakan pulau kecil tak berpenghuni. Dibeberapa pulau hanya akan di temui satu atau dua penjual makanan atau minuman selebihnya kebanyakan pulau adalah kosong. Akhirnya kami tiba di pulau pertama. 

    Kami turun dari kapal untuk berjalan di sekitar pulau. Selain berfoto ria di pulau ini, kalian juga bisa mengunjungi gua yang ada di pulau tanjung kelayang. Buat kalian yang pergi berdua seperti kami, tidak usah khawatir susah foto berdua ya. Karena pemandu kapal disini sangat ramah- ramah dan mereka selalu menawarkan untuk membantu kita untuk foto. Pemandu juga selalu menginformasikan spot- spot terbaik untuk foto. Pokoknya, saya akui pemandu kapal disini sangat aktif sekali membantu kami.

    Pulau Garuda

    Pulau selanjutnya adalah pulau garuda. Konon batu di pulau ini bentuknya mirip dengan kepala burung garuda, sehingga pulau ini di namakan pulau garuda. Namun sayang , kami tidak dapat turun ke pulau garuda karena air sedang pasang sehingga kami hanya foto dari atas kapal.

    Lanjut ke pulau selanjutnya, pulau batu berlayar. Meskipun tadi kami tidak bisa turun ke pulau garuda, namun tergantikan karena kami bisa turun ke pulau batu berlayar. Karena info pemandu kapal, biasanya pasir di pulau ini terendam air.

    Wahhh…. Beruntung sekali kalau begitu yah, kami bisa merasakan turun di pasir pulau batu berlayar. Hampir setengah jam kami berada di pulau ini, selanjutnya kita akan pergi ke pulau lengkuas yang juga merupakan pulau terakhir dari island hopping ini.

    Pulau Lengkuas

    Menurut saya pribadi pulau lengkuas adalah primadona dari pulau- pulau disini. Pulau ini menjadi berbeda karena terdapat mercusuar peninggalan belanda yang ternyata masih aktif loh untuk memantau aktifitas kapal yang lewat.

    Saya bahkan lupa kalau cuaca sedang terik- teriknya. Kami asyik naik dari bebatuan satu ke bebatuan lainnya. Langit biru, pasir putih dan laut yang kehijauan, menjadi perpaduan yang luar biasa cantiknya. Sambil menikmati keindahan pulau ini, untuk menghilangkan dahaga kalian juga bisa membeli kelapa muda yang di jual di sekitar pulau dengan harga Rp 25.000/ buah.

    Selain itu, kalian juga bisa melihat tempat penangkaran penyu yang berada tepat di sebelah penjual kelapa muda. Namun sayang, saat mengunjungi pulau ini, ternyata ada petugas dari pemerintah daerah yang sedang melakukan pengecekan terhadap mercusuar, sehingga kami tidak di izinkan masuk ke dalam mercusuar.

    Hmmm sayang sekali yah, padahal kalau bisa melihat pulau ini dari atas pasti lebih cantik. Kebersihan di sekitar area mercusuar sangat terjaga dan lengkap fasilitasnya. Untuk kalian yang ingin beribadah mereka menyediakan tempat untuk shalat lengkap beserta mukena dan sarung. Saking bersihnya tempat di sekitar mercusuar, kita di wajibkan membersihkan kaki atau alas kaki dengan spon yang mereka sediakan di dekat pintu masuk. Fungsinya agar daerah sekitar tidak kotor oleh pasir- pasir yang kita injak di pantai.

    Pulau ini menjadi pulau terlama untuk kami singgah. Saya yakin kalian yang pergi ke pulau ini juga tak ingin buru- buru pergi. Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 3 sore, kami memutuskan untuk pulang ke pantai tanjung kelayang. Namun sebelum pulang kami akan melakukan snorkeling tidak jauh dari pulau lengkuas. 

    Tidak hanya Wisata pantai dan pulaunya saja yang cantik, Wisata bawah lautnya pun keren banget. Buat yang tidak bisa berenang, kalian tetap bisa melakukan snorkeling kok karena kita menggunakan pelampung. Dan juga pemandu akan siap sedia membantu kita. Oh iya, kadar garam di sini cukup tinggi, jadi jangan kaget kalau tiba- tiba mulut kalian jadi asin.

    Berhubung waktu semakin sore dan kami masih mau menjelajah tempat lain, kami sudahi acara snorkeling ini untuk pulang ke pantai tanjung kelayang. Fyi, di sekitar pantai tanjung kelayang sudah banyak tersedia wc umum jadi tak perlu khawatir setelah island hopping kalian bisa membersihkan diri disana ya.

    Tidak jauh dari pantai tanjung kelayang terdapat pantai yang tidak kalah cantik dan terkenal. Yaitu pantai tanjung tinggi. Pantai ini juga salah satu tempat shooting film laskar pelangi. Melihat pantai yang biru ingin rasanya saya turun lagi dan bermain air. Namun karena malas harus mandi lagi, akhirnya kami hanya berfoto dan menikmati suasana sore di pantai tanjung tinggi. Kami duduk di atas bebatuan besar sambil menikmati angin sore yang semilir. Kami juga sempat makan di warung sekitar pinggir pantai. Saran dari kami, kebanyakan warung- warung disini tidak mencantumkan harga pada daftar menunya, jadi jangan malu bertanya harga.

    Waktu sudah semakin sore, kami pulang menuju hotel. Namun di simpang pertigaan kami melihat marka jalan bertuliskan “pantai bukit berahu”. Mumpung di Belitung, kami menunda pulang ke hotel dan langsung menuju bukit berahu. Terdapat resto dan penginapan juga di pantai ini yang berhadapan langsung dengan pantai. Kita bisa menikmati sunset dari atas resto. Namun karena kami tidak berniat makan, kami turun ke pantai dan duduk di tepi pantai menikmati sunset yang sedang berlangsung.

    Senang sekaligus sedih karena pantai ini adalah pantai terakhir sebelum esok hari kami pulang ke Jakarta. Saat perjalanan pulang ke hotel kami mampir juga ke tempat penjual oleh- oleh khas Belitung. Jangan lupa membeli ketam isi khas Belitung ya. Selain itu, banyak olahan ikan seperti kerupuk yang bisa kalian jadikan oleh- oleh.

    Malam kedua sekaligus malam terakhir di Belitung, kami makan di salah satu restoran yang juga sangat wajib di kunjungi saat datang ke Belitung. Ruma Makan Belitong Timpo Duluk, itu lah nama tempat makan yang kami datangi malam ini. Sama seperti namanya, rumah makan ini merupakan rumah adat khas Belitung yang di jadikan tempat makan. Saat masuk ke ruangan, kalian akan nostalgia seperti kembali ke puluhan tahun silam.

    Makanan yang di sediakan merupakan makanan- makanan khas Belitung yang mungkin susah kita temui di tempat lain. Kami memesan 1 dulang set yang terdiri dari 6 macam lauk dengan harga Rp 135.000,-. Sesuai dengan namanya, penyajian dulang set yaitu dengan menata lauk di atas nampan bulat yang cukup besar kemudian di tutup dengan tudung saji khas Belitung.

    Tak lupa juga kami memesan berego yaitu makanan khas Belitung yang terbuat dari tepung beras putih lalu di siram dengan kuah santan. Harga berego di bandrol Rp 20.000/ porsi. Saya pribadi sangat menikmati dan menyukai makanan khas Belitung karena kaya akan rempah- rempah.


    Tak terasa ya, waktu cepat sekali berlalu dan besok kami sudah harus terbang ke jakarta. Pengalaman ke Belitung sangatlah menyenangkan dan tidak akan pernah menyesal sudah pergi kesana. Saya berharap ada kesempatan lagi pergi ke Belitung untuk mengunjungi tempat- tempat yang belum kami datangi seperti danau kaolin dan pulau leebong. Berikut saya informasikan biaya yang saya keluarkan untuk pergi ke Belitung selama 2 malam 3 hari.

    Rincian Biaya Relative

    Seperti biasa, saya akan memberikan rincian biaya yang saya keluarkan untuk perjalanan ke Belitung.
    • 2 Tiket pesawat PP : Rp 1.603.613
    • Sewa motor 2 hari + biaya antar : Rp 130.000
    • Hotel 2 malam : Rp 885.461
    • Tiket masuk Replika SD Muhamadiyah gantong : Rp 5.000/ orang
    • Tiket Museum kata : Rp 50.000/ orang
    • Sewa Kapal : Rp 400.000
    • Sewa alat snorkeling : Rp 25.000/ per alat
    • Tiket masuk bukit berahu : Rp 20.000/ per orang
    • Estimasi biaya makan + oleh – oleh :Rp 1.000.000 (biaya relative tergantung kebutuhan pribadi) 
    • Bensin 2 hari : Rp 50.000
    Itu dia rangkuman perjalanan saya selama berkunjung ke Belitung, semoga bermanfaat :)

    Baca juga: